Peluang Usaha Sablon dan Mesin Press Digital Untuk Mug,T-shirt,Piring,Keramik,Mouse Pad | Mesin Stempel | Melayani Sablon Kaos Kualitas Distro Harga Terjangkau | Hub : 081703050057 | email : berti.kiuk@gmail.com

Koalisi Amanat Perjuangan Rakyat (Ampera) diam-diam telah mencoret nama Julia Perez (Jupe) sebagai kandidat Wakil Bupati Pacitan, Jawa Timur, dua hari sebelum pelantun lagu Belah Duren tersebut mengumumkan pengunduran dirinya.
"Kami memang telah menganulir nama Julia Perez karena hingga batas waktu yang ditentukan ia tidak bisa melengkapi berkas pencalonan yang dibutuhkan," kata Koordinator Koalisi Ampera, Sutikno, Kamis (19/08).
Pernyataan Ketua DPC Partai Hanura Pacitan tersebut sekaligus menganulir kesan bahwa Jupe mundur dari dari bursa pemilihan kepala daerah (Pilkada) Pacitan, akhir Desember 2010 mendatang.
Menurut versi Sutikno, informasi itu sama sekali tidak benar. Sebaliknya, pencalonan Julia Perez memang tidak bisa dilanjutkan karena ada salah satu berkas ijazah yang tidak bisa dia lengkapi. Jupe tidak bisa menunjukkan ijazah aslinya.
"Jupe tidak menjelaskan secara terperinci ketidaklengkapan bagaimana yang dia maksud. Kepada koalisi Jupe selama ini hanya bilang bahwa salah satu ijazahnya tertinggal di rumah mantan suaminya di Prancis," ungkap Sutikno.
Pihak koalisi saat itu sebenarnya telah berupaya memandu Julia Perez agar tetap konsisten maju pilkada. Namun usaha itu pada akhirnya tidak membuahkan hasil, lantaran pihak Julia Perez maupun tim manajemennya bersikap kurang transparan. Jupe bahkan terkesan sulit dihubungi ataupun diajak komunikasi tanpa alasan jelas.
"Padahal, kami telah memberi masukan bahwa jika memang tidak ada ijazah asli tidak masalah asal ada surat keterangan lulus dari sekolah bersangkutan," ujarnya.
Sayang, berbagai masukan dari tim koalisi tersebut tidak digubris sama sekali oleh Jupe. Dia justru semakin sulit dihubungi hingga akhirnya tim mencoret nama Julia Perez dari daftar calon yang akan diusung Koalisi Ampera.
"Kami tentu kecewa dengan keputusan ini, mengingat nama Jupe terlanjur populer di kalangan masyarakat Pacitan," tutur Sutikno.
Sekalipun telah menyatakan urung maju dalam bursa pemilihan kepala daerah (Pilkada) Pacitan, Jawa Timur, Julia Perez belum secara resmi menyampaikan keputusan pengunduran dirinya kepada koalisi.
"Secara resmi pencoretan kami lakukan pada Senin (16/8) sekitar pukul 14.00 WIB," tandasnya.
Lebih lanjut Ketua DPC Partai Hanura Pacitan ini menjelaskan, jika nantinya bintang iklan salah satu merk kondom ini bisa memenuhi kekurangan syarat administratifnya, pihak koalisi akan menerimanya kembali.
Namun, posisinya bukan sebagai yang diprioritaskan. Artinya, belum tentu Jupe kemudian bisa diberangkatkan menjadi calon wakil bupati seperti sebelumnya.
"Kalau dulu kita yang minta Jupe maju sebagai calon wakil bupati. Sekarang, belum tentu," ungkap Sutikno. (ant/dar)

Pemerintah Indonesia harus belajar dari insiden penangkapan tiga petugas Dinas Kelautan dan Perikanan oleh Polisi Diraja Malaysia. Penangkapan yang didahului dengan penembakan itu juga membuktikan bahwa Malaysia tidak menghargai Indonesia.
"Perilaku Malaysia tidak menghargai Indonesia dengan menembaki petugas DKP. Tidak perlu ditembak apalagi mereka tahu itu petugas resmi. Ini sangat tidak menghormati," ungkap anggota Komisi I DPR Hidayat Nurwahid kepada okezone, Rabu (18/8/2010).
Karena itu, tandas Hidayat, sangat pantas jika pemerintah memberikan teguran keras melalui nota diplomatik.
Hanya saja, lanjutnya, kasus ini jangan sampai berlanjut dengan aksi sweeping terhadap warga Malaysia yang hanya akan merusak citra Indoensia.
Permasalahan ini sebenarnya dipicu masalah perbatasan yang sudah sejak lama terjadi. Karena itu, DPR meminta pemerintah menjadikan kasus ini sebagai pelajaran dan menjadikan penyelesaian sengketa perbatasan, tidak hanya dengan Malaysia, menjadi prioritas.
"Setidaknya pada periode pemerintahan ini, kami menunggu pemerintah mengajukan draft UU perbatasan. Walau bagaimanapun masalah perbatasan menjadi domain pemerintah, jadi bukan DPR yang mengajukan draft UU-nya," tandas politisi dari Fraksi PKS ini.
Meski demikian, lanjutnya, DPR tetap menjalankan peran semaksimal mungkin sesuai dengan kewenangannya untuk mencai solusi masalah ini. Pada Rabu siang ini, katanya, Komisi I DPR akan bertemu pihal Vietnam untuk membahas masalah perbatasan di Natuna.
"Siang ini kami akan bertemu dengan delegasi Vietnam membahas perbatasan di Natuna. Kami harap pemerintah segera membuat draft UU Perbatasan. Pemerintah kan yang paling sering bertemu dengan pihak pemerintah negara-negara yang berbatasan langsung dengan Indonesia, Brunai Darussalam, Filipina, Timor Timur, Australia. Tentu ini domain pemerintah dan mereka lebih tahu permasalahan ini," kata Hidayat.

Tiga staf Kementerian Kelautan dan Perikanan yang ditangkap Malaysia akhirnya dibebaskan. Indonesia memastikan, Malaysia telah melanggar garis batas perbatasan kedua negara.
"Telah terjadi pelanggaran perbatasan. Kita meminta hal ini tidak terulang lagi," kata Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa sebelum mengikuti upacara HUT RI ke-65 di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa 17 Agustus 2010.
Marty menegaskan, tugas pertama sudah selesai. Yakni membebaskan tiga staf Kementerian Kelautan dan Perikanan. Tugas kedua adalah menjaga kedaulatan.
"Tugas kedua memastikan yang menjadi kedaulatan kita tidak sejengkal pun kita kompromikan," tegas mantan juru bicara Departemen Luar Negeri ini.
Atas pelanggaran batas wilayah perbatasan itu, Indonesia sudah melayangkan protes kepada Malaysia. Indonesia meminta agar Malaysia tidak lagi mengulangi perbuatannya.
"Telah terjadi pelanggaran perbatasan. Kita sudah sampaikan protes," tegas Marty.
Insiden saling tangkap itu terjadi pada Jumat 13 Agustus lalu di perairan Pulau Bintan, Kepulauan Riau. Tiga staf Kementerian Kelautan dan Perikanan ditangkap karena diduga memasuki perairan Malaysia di Kota Tinggi.
Tiga warga negara Indonesia itu dibawa ke Malaysia karena membekuk tujuh nelayan Malaysia. Padahal, tujuh nelayan Malaysia yang ditangkap Indonesia itu telah melanggar garis batas perbatasan.
Police Marine Malaysia mengeluarkan tembakan peringatan ke arah staf Indonesia. Pagi tadi, akhirnya tiga warga Indonesia itu dibebaskan. Begitu juga tujuh nelayan Malaysia yang sudah dideportasi. 

Peluang Usaha Sablon dan Mesin Press Digital Untuk Mug,T-shirt,Piring,Keramik,Mouse Pad | Mesin Stempel | Melayani Sablon Kaos Kualitas Distro Harga Terjangkau | Hub : 081703050057 | email : berti.kiuk@gmail.com

Entri Populer

Related Posts with Thumbnails

Butuh MEDIA PROMOSI call/sms :081703050057 ( Mr.Berti )